Suasana semangat terasa sejak pagi ketika Adit dan teman-teman bersiap untuk latihan pentas seni. Dengan penuh antusias, mereka mempersiapkan diri untuk tampil dalam acara syukuran Kampung Karet Berkah. Latihan dimulai dengan semangat, namun tetap ada saja momen lucu dan kesalahan kecil yang membuat suasana makin seru.
Sebelum berangkat, Bunda sempat membawakan Adit dan Denis Kiko Icetick yang segar dengan berbagai rasa seperti stroberi, jeruk, dan melon. Cemilan beku itu jadi penyemangat sebelum Adit menuju tempat latihan. Tak hanya itu, Bunda juga menitipkan kue untuk konsumsi saat acara nanti—bukti dukungan penuh dari orang tua terhadap kegiatan positif anak-anak.
Saat latihan, Bang Jarwo sempat lupa dialog dan malah terbawa suasana. Untung saja, Adit dengan sabar mengingatkan dan mengatur ulang latihan. Sementara itu, Ucup sempat gugup ketika giliran membaca doa pembuka. Tapi setelah diberi kesempatan ulang oleh Pak Haji, Ucup berhasil melafalkannya dengan baik, lengkap dengan jurus Elang Menangkap Ikan yang khas.
Menjelang malam, latihan pun membuahkan hasil. Pentas seni dimulai dengan meriah dan penuh antusias dari warga. Adit dan teman-teman berhasil menampilkan drama bertema perjuangan, lengkap dengan adegan heroik saat Denis berpamitan pada ayah bundanya untuk berjuang demi kemerdekaan.
Penampilan yang menyentuh, iringan doa, dan semangat 45 membawa suasana haru sekaligus bangga bagi semua yang hadir. Bahkan Pak Haji pun tampak terharu menyaksikan keberhasilan anak-anak kampung tampil penuh percaya diri.
Latihan yang penuh tantangan itu akhirnya menjadi momen kebersamaan yang tak terlupakan. Episode ini bukan hanya menghibur, tapi juga menyampaikan pesan tentang pentingnya kerja sama, keberanian tampil, serta menghargai sejarah dan perjuangan bangsa.

