Bang Jarwo mengikuti lomba membaca sajak dan meminta bantuan Adit untuk memahami cara membuat sajak bebas. Adit menjelaskan bahwa sajak bebas tidak terikat aturan bentuk atau bunyi tertentu, tetapi harus memiliki makna dan dibacakan dengan ekspresi yang tepat.
Setelah mendapat penjelasan, Bang Jarwo mulai berbicara menggunakan rangkaian kata puitis kepada orang-orang di sekitarnya. Bahkan ketika mengantarkan pesanan, ia terus menggunakan sajak untuk menyampaikan maksudnya. Namun, kebiasaannya tersebut justru membuat Pak Anas dan Babacang kesal karena beberapa pesanan terlambat sampai.
Pak Haji mengingatkan Bang Jarwo bahwa kata-kata indah tidak dapat dijadikan alasan untuk mengabaikan tanggung jawab. Bang Jarwo akhirnya meminta maaf. Tak lama kemudian, Adit datang membawa kabar bahwa Bang Jarwo berhasil menjadi juara lomba sajak.
Amanat: Mengembangkan bakat dan kreativitas merupakan hal positif, tetapi jangan sampai melupakan kewajiban. Kata-kata yang indah harus diimbangi dengan tindakan nyata, kedisiplinan, dan tanggung jawab.

