Lomba mancing yang awalnya penuh semangat di Kampung Karet Berkah malah bikin beberapa orang jadi pusing! Hari itu, warga berkumpul di tepi sungai dengan alat pancing andalan. Tujuan lomba ini bukan hanya hiburan, tapi juga untuk menyadarkan pentingnya menjaga sungai tetap bersih dan bebas sampah.
Pak Haji dan warga lainnya sudah siap dengan strategi masing-masing. Bahkan, Ucup dan ayahnya menyiapkan umpan spesial dari sisa sarapan. Sementara Adit dan Denis tetap antusias, meski ikan tak kunjung menyambar.
Di balik serunya lomba, ternyata ada satu hal yang kelupaan—ikan lomba belum disebar ke sungai! Bang Jarwo yang bertugas justru terlupa karena sibuk urusan lain. Akibatnya, suasana sempat kacau, hingga akhirnya ia mengakui kesalahannya di depan warga. Untungnya, warga menerima permintaan maaf itu dengan lapang dada.
Lomba pun dilanjutkan setelah ikan ditebar ulang. Ucup berhasil dapat ikan pertama, dan suasana kembali semangat. Episode ini menampilkan pelajaran penting tentang tanggung jawab, sportivitas, dan keberanian mengakui kesalahan.

