Pak Anas mengajak semua anak-anak membuat ayam panggang karena sedang mendapat rezeki. Bang Sanip, Adit, Ucup, dan teman-temannya langsung semangat mencari kayu bakar untuk membuat arang. Namun karena terlalu bersemangat, mereka malah membawa kayu yang sangat besar hingga proses membuat arang jadi terlalu lama.
Sementara itu, Ucup sudah kelaparan dan terus membayangkan enaknya ayam panggang buatan Babacang. Untungnya Babacang punya ide memakai oven agar ayam bisa matang lebih cepat tanpa harus menunggu arang selesai dibuat.
Saat ayam panggang akhirnya siap disajikan, semua langsung senang dan makan bersama dengan penuh kebersamaan.
Cerita ini mengajarkan bahwa kerja sama dan mencari solusi yang tepat bisa membuat masalah selesai dengan lebih mudah.

