Adit dan Dennis menemukan seekor anak kucing sendirian di taman. Merasa kasihan, mereka memutuskan merawatnya dan memberi nama Si Belang. Namun, Adit tidak bisa membawanya pulang karena Bunda memiliki alergi terhadap kucing.
Saat bermain bersama Ucup, Si Belang mengejar bola hingga ke jalan dan hampir tertabrak bemo Bang Jarwo. Kakinya terluka sehingga Adit dan teman-teman segera mencari pertolongan. Beruntung, luka Si Belang tidak terlalu parah, tetapi ia harus beristirahat dan dirawat dengan baik.
Akhirnya, Kalimei bersedia merawat Si Belang. Adit, Ucup, dan warga lainnya juga bergotong royong membuatkan kandang agar Si Belang memiliki tempat tinggal yang aman.
Cerita ini mengajarkan bahwa hewan juga harus diperlakukan dengan penuh kasih sayang seperti kawan. Memelihara hewan berarti siap menjaga, melindungi, dan bertanggung jawab atas kesehatannya.

