Bang Ringgo mendapat tugas mengatur lalu lintas karena sejumlah jalan ditutup untuk acara sunatan Pak Fuad. Bersama Adit, Denis, Ucup, dan Pak Hansip yang berperan sebagai polisi, ia seharusnya memberikan instruksi agar warga mengetahui jalan mana yang harus dihindari.
Namun, instruksi yang tidak tersampaikan dengan baik membuat lalu lintas menjadi semrawut. Di tengah keadaan tersebut, Bang Jarwo yang sedang terburu-buru mengantar barang juga melaju terlalu cepat hingga ditegur karena dapat membahayakan dirinya dan pengguna jalan lainnya.
Ternyata seluruh kejadian itu hanyalah mimpi Bang Ringgo. Pak Haji menjelaskan bahwa tugas menjaga persimpangan sebenarnya baru dilaksanakan besok. Bang Ringgo juga diingatkan bahwa cita-citanya menjadi polisi membutuhkan kedisiplinan, dedikasi tinggi, dan sikap selalu siap siaga.
Amanat: Menjalankan tugas membutuhkan instruksi yang jelas, disiplin, dan tanggung jawab. Kelalaian dapat membuat pekerjaan gagal serta menimbulkan masalah bagi orang lain.

