Bang Jarwo sedang emosi karena harus mengantar banyak pesanan sendirian setelah Sopo pulang kampung. Segala hal terasa salah, mulai dari pekerjaan menumpuk hingga barang yang tertukar. Melihat itu, Pak Dasuki mengingatkan Bang Jarwo untuk menarik napas, menahan amarah, dan tetap tenang. Jarwo akhirnya setuju ditemani Sopo berkeliling sambil berlatih sabar di setiap situasi.
Meski beberapa kali hampir terpancing, Bang Jarwo berhasil menahan diri. Kerja keras dan kesabaran itu justru membuat warga menghargainya. Pak Haji bahkan memberikan bonus besar sebagai bentuk apresiasi. Bahkan urusan hutang dengan Kang Ujang pun selesai tanpa pertengkaran.
Cerita ini menegaskan bahwa kesabaran sering mendatangkan keberkahan yang tidak terduga.

