Saat Pak Anas sedang sakit, Adit berinisiatif meminta bantuan Bang Jarwo dan Sopo untuk menggantikan pekerjaannya menarik penumpang. Dengan semangat, Bang Jarwo langsung setuju dan mulai berkeliling kota bersama Sopo.
Namun, alih-alih mendapatkan penumpang dan penghasilan, perjalanan mereka justru berubah jadi pengalaman lucu. Sopo yang tidak tega melihat calon penumpang akhirnya tidak menarik ongkos sama sekali. Akibatnya, seharian mereka hanya berkeliling tanpa mendapatkan uang.
Meski begitu, Pak Anas tetap bersyukur karena kesehatannya mulai membaik. Ia juga mengingatkan bahwa rezeki tidak selalu berupa uang, tapi bisa berupa kesehatan, kebahagiaan, dan kebersamaan.
Pesannya, rezeki bisa datang dalam banyak bentuk, dan membantu orang lain dengan tulus tetap membawa kebaikan meskipun tidak selalu menghasilkan materi.

