Kali ini Bang Jarwo dan Sopo punya ide usaha baru: ojek payung! Mereka ingin membantu warga sekaligus mencari rezeki tambahan di kampung. Dengan semangat tinggi, mereka mulai menawarkan jasa payung agar orang tidak kepanasan di jalan. Namun, seperti biasa, rencana yang terdengar sederhana berubah jadi penuh kekacauan.
Saat menawarkan jasa ke seorang ibu, payung yang digunakan justru macet dan tidak bisa dibuka. Ibu itu pun memilih pergi, meninggalkan Bang Jarwo kebingungan. Tak lama kemudian, Adit yang melihat kejadian itu datang membantu dengan memberikan payung miliknya. Bukannya senang, Bang Jarwo malah kesal karena merasa kehilangan pelanggan dan menuduh Adit merugikannya.
Untung saja Bang Haji datang menengahi. Ia menjelaskan bahwa niat membantu harus diiringi dengan cara yang baik dan saling menghargai. Bang Jarwo akhirnya sadar bahwa marah tidak menyelesaikan masalah, dan Adit pun belajar pentingnya izin sebelum bertindak. Pesan moralnya: niat baik akan berbuah manis jika dilakukan dengan cara yang benar dan hati yang tulus.

