Sore hari selepas salat, Adit dan Ucup merasa adem dan damai. Tapi suasana segera berubah saat Bang Jarwo mulai menyindir pekerjaan ronda malam. Ia tak menyangka bahwa komentarnya membuat salah paham besar, terutama di depan Pak Haji dan Bang Bacang.
Untuk menebusnya, Bang Jarwo ditugaskan jaga malam. Awalnya santai, tapi begitu malam semakin larut dan udara makin dingin, Bang Jarwo mulai merinding… bukan karena cuaca, tapi karena suara misterius dan bayangan aneh yang mengikuti langkahnya.
Ketegangan memuncak saat sosok misterius muncul. Bang Jarwo panik dan membaca doa sambil lari ketakutan. Tapi ternyata… itu cuma anak kecil yang sedang mencari kucingnya!
Malu dan lemas, Bang Jarwo akhirnya mengakui bahwa tugas ronda bukan pekerjaan sepele. Ia belajar satu hal penting malam itu: semua pekerjaan yang dilakukan dengan niat baik dan ikhlas, layak dihargai.

