Di bulan Ramadan, Bang Jarwo yang sedang mengalami cedera kaki tetap berusaha bekerja mengantarkan pesanan di warung Babacang. Melihat kondisi tersebut, Pak Anas menawarkan bantuan dengan mengemudikan bemo untuk mengangkut penumpang dan mengantarkan mangga ke pasar. Meski awalnya ragu dan mengira Pak Anas berbuat curang, Bang Jarwo akhirnya mengikuti perjalanan sambil menahan rasa sakit di kakinya.
Menjelang waktu berbuka, Pak Anas menjelaskan bahwa seluruh hasil mengemudi bemo dan keuntungan penjualan mangga telah mendapat izin dari Babacang dan sengaja diberikan untuk membantu biaya pengobatan Bang Jarwo. Kebaikan yang tidak disangka-sangka itu membuat Bang Jarwo terharu dan bersyukur karena masih banyak orang yang peduli terhadap sesama. Amanat: Bulan Ramadan mengajarkan pentingnya saling menolong, berprasangka baik, dan ikhlas membantu orang lain yang sedang membutuhkan.

