Kesibukan baru hadir di Kampung Karet saat acara sunatan massal diselenggarakan. Bang Jarwo dan Sopo dipercaya jadi panitia lapangan, termasuk mengurus pendaftaran para peserta. Semua anak-anak di kampung diminta hadir, termasuk Adit dan Denis yang juga terlibat menyiapkan area bersama warga lain.
Saat Ucup mendaftar, Bang Jarwo meminta nama lengkap. Siapa sangka, nama Ucup ternyata sangat panjang: Muhammad Yusuf Mustaqim Firdaus Abdullah Karim Alghazali bin Abdul Qadir. Bang Sopo sampai terperangah mendengarnya, bahkan mengira nama sepanjang itu hanya bisa ditulis sebagian saja. Akhirnya Ucup cukup ditulis sebagai “Ucup” saja di daftar.
Masalah muncul ketika Bang Jarwo menyodorkan permintaan uang pendaftaran. Padahal acara sunatan massal ini diumumkan gratis. Ucup yang sedang bersiap pun bingung, dan akhirnya Bang Jarwo ditagih soal kebijakannya sendiri. Bang Jarwo berdalih bahwa walau sunatnya gratis, pendaftarannya harus bayar. Ini menimbulkan tanya dari anak-anak lain, bahkan Bang Haji pun turun tangan di akhir untuk menegur Bang Jarwo.
Sementara itu, Denis yang awalnya berniat ikut sunat mendadak gentar. Ia mencoba menghindar dengan berbagai alasan, bahkan sempat lari dari antrean. Adit tidak tinggal diam. Ia menenangkan Denis dengan kalimat-kalimat penuh motivasi, menyamakan proses sunat dengan keberanian seorang pahlawan super.
Pesan yang ingin disampaikan oleh cerita ini adalah bahwa keberanian dan kejujuran akan selalu membawa hasil yang baik, sementara kecurangan atau mencari untung sepihak hanya akan mempermalukan diri sendiri.
Akhir cerita menjadi pelipur lara ketika Denis akhirnya berani disunat dan ternyata tidak sakit seperti yang ia bayangkan. Bahkan ia sendiri terkejut prosesnya begitu cepat. Di sisi lain, Bang Jarwo yang mencoba mengambil keuntungan dari acara ini, justru dipermalukan oleh warga dan harus bertanggung jawab sendiri atas ulahnya.
Acara sunatan massal pun berjalan lancar dengan semangat gotong royong dan tawa ceria anak-anak. Adit dan Denis menutup hari dengan senyum bangga—satu karena berhasil mengatasi ketakutan, satu lagi karena berhasil membantu sahabatnya.

