Hari itu pesanan kiriman datang bertubi-tubi hingga membuat Bang Jarwo dan Bang Sopo kewalahan. Awalnya bemo yang biasa dipakai untuk mengantar barang justru bermasalah, sehingga mereka terpaksa memindahkan semua pesanan ke motor agar tetap bisa mengirim tepat waktu. Karena terburu-buru mengejar banyak delivery order, mereka mengangkut barang sedikit demi sedikit sambil memastikan tidak ada yang tertinggal.
Di tengah kesibukan itu, Adit dan Denis sebenarnya ingin membantu, tetapi Jarwo khawatir mereka malah ikut terlibat dalam pekerjaan yang berisiko. Situasi semakin kacau ketika barang hampir tercecer dan pesanan lain kembali datang. Dari pengalaman itu, Jarwo menyadari bahwa pekerjaan harus dikerjakan dengan tenang dan teliti. Tanggung jawab yang banyak harus dihadapi dengan kesabaran agar tidak berakhir semakin berantakan.

