Adit bersama Ayah mengumpulkan buku-buku untuk disumbangkan ke perpustakaan keliling. Setelah dihitung, mereka menyadari koleksi yang tersedia masih didominasi buku pelajaran dan membutuhkan tambahan buku pengetahuan lainnya.
Semangat berbagi buku kemudian mendapat dukungan dari banyak warga. Pak Anas, Pak RW, hingga Babacang ikut menyumbangkan berbagai jenis buku, mulai dari pertanian, lagu nasional, kerajinan tangan, manajemen, hingga pengetahuan berdagang.
Berkat kebersamaan tersebut, jumlah buku yang terkumpul semakin banyak dan perpustakaan keliling bisa menyediakan bacaan yang lebih beragam.
Berbagi di bulan puasa tidak selalu berupa makanan atau materi. Menyumbangkan buku juga menjadi bentuk kebaikan karena sekaligus berbagi ilmu yang dapat bermanfaat bagi banyak orang.

