Cerita kali ini berawal dari suasana rumah Adit yang sibuk karena Bunda memastikan semua barang sudah siap untuk bepergian. Adit dan Adel dipersiapkan dengan koper dan tas lengkap, sementara Denis justru menghadapi masalah lain. Ia mendapat tugas prakarya dari sekolah, tetapi bingung bagaimana cara mengerjakannya. Denis sempat meminta bantuan Adit, namun Adit tidak bisa menolong karena harus ikut Bunda.
Dalam kebingungannya, Denis berusaha mencari orang lain yang bisa membantu. Ia mendatangi Bang Mamad, namun sayangnya Bang Mamad sedang sibuk memperbaiki motor. Pak Haji pun tidak bisa menolong saat itu karena ada urusan ke kelurahan. Akhirnya Denis bertemu Bang Sopo yang sedang sendiri.
Bang Sopo dengan senang hati mendengarkan keluh kesah Denis. Tugas prakarya yang ingin dibuat Denis adalah kapal perang, sesuatu yang cukup rumit bila dikerjakan seorang diri. Dengan penuh kesabaran, Bang Sopo membantu Denis menyusun prakarya tersebut. Dari situ terlihat keakraban mereka, bahwa meski Bang Sopo sibuk, ia tetap menyempatkan waktu untuk menolong. Hasilnya, Denis berhasil membuat kapal perang yang tampak keren.
Namun keseruan itu tidak berlangsung lama karena Bang Jarwo datang dan mengingatkan Bang Sopo untuk kembali bekerja. Denis pun dengan tulus berterima kasih kepada Bang Sopo sebelum mereka berpisah. Dari sini tersampaikan pesan berharga bahwa saling membantu, sekecil apa pun, bisa memberikan dampak besar bagi orang lain.
Episode ini menunjukkan pentingnya solidaritas dan kepedulian di tengah kesibukan. Denis belajar bahwa meminta bantuan bukanlah kelemahan, sementara Bang Sopo memberi teladan bahwa menolong sesama adalah bentuk kebaikan yang akan selalu diingat.

