Bang Jarwo sedang sibuk mengelap motor kesayangannya ketika harus mengantar sisa panen terong ke pasar. Meski malas berangkat, ia akhirnya menuruti Pak Haji dan memakai karung yang diberikan. Tanpa disadari, karung itu ternyata bolong, membuat terong-terong jatuh di sepanjang jalan. Saat sampai di pasar, barulah ia panik menyadari isi karung hampir kosong.
Untungnya, Adit, Ucup, dan Sanip menemukan terong yang berceceran dan segera mengumpulkannya kembali. Mereka membantu mengembalikan semua hasil panen agar tidak sia-sia. Bang Jarwo pun belajar bahwa sebelum bekerja, ketelitian jauh lebih penting daripada sekadar merapikan motor.
Cerita ini mengingatkan bahwa kecerobohan kecil dapat membawa masalah besar bila tidak diperiksa sejak awal.

