Dunia animasi Indonesia kembali kehilangan salah satu sosok terbaiknya. Kabar duka datang dari tim Adit Sopo Jarwo, yang mengumumkan berpulangnya Harry Budiman bin Soelaeman Soekanta, sosok di balik karya musik yang tak asing lagi bagi pecinta animasi Indonesia. Melalui unggahan resmi di Instagram, MD Animation menyampaikan kabar duka sekaligus doa terbaik bagi almarhum.
“Innalillahi Wa Inna Ilaihi Rojiun. Allahummaghfirlahu warhamhu wa’afihi wa’fu’anhu… Telah berpulang ke Rahmatullah Harry Budiman bin Soelaeman Soekanta pada Senin, 18 Agustus 2025 pukul 04.48 WIB di RS. PELNI. Semoga Allah SWT mengampuni segala dosanya dan menempatkannya di tempat terbaik di sisi-Nya. Aamiin.” (mdanimation, Instagram – 18 Agustus 2025).
Ucapan ini segera mendapat banyak respons dari publik. Tak sedikit penggemar maupun rekan industri yang menyampaikan belasungkawa atas kepergian sosok yang telah memberikan kontribusi berharga dalam perjalanan serial animasi Adit Sopo Jarwo. Harry Budiman dikenal sebagai perekam karya untuk lagu tema “Hebatnya Persahabatan”, yang hingga kini masih melekat di hati para penonton.
Lagu “Hebatnya Persahabatan” bukan sekadar musik pengiring, melainkan sebuah karya yang berhasil menanamkan nilai moral. Bagi para penggemar Adit Sopo Jarwo, lagu ini seolah menjadi jembatan emosi yang memperkuat pesan-pesan cerita dalam setiap episodenya. Melalui lirik dan nuansa musik yang hangat, penonton diajak memahami arti penting dari kebersamaan, loyalitas, dan dukungan dalam kehidupan sehari-hari.
Kontribusi Harry Budiman dalam dunia animasi Indonesia memang tidak bisa diremehkan. Ia tidak hanya menciptakan musik, tetapi juga meninggalkan warisan berharga berupa karya yang abadi. Serial animasi Adit Sopo Jarwo, yang telah tayang bertahun-tahun, tetap hidup dengan karakter-karakter yang dekat di hati masyarakat, dan salah satu kekuatan utamanya terletak pada musik yang digarap dengan penuh perasaan.
Bagi rekan-rekan di MD Animation, kepergian Harry Budiman meninggalkan duka mendalam. Dalam unggahan tersebut, mereka juga menuliskan ucapan penuh makna:
“Terima kasih untuk segala karya-karya indahmu… Doa terbaik dari kami untuk Mas Harry Budiman sang pereka karya Hebatnya Persahabatan.” (mdanimation, Instagram – 18 Agustus 2025).
Kata-kata ini mencerminkan penghargaan atas dedikasi almarhum yang tidak hanya bekerja, tetapi berkarya dengan hati. Karya musiknya telah menjadi bagian dari perjalanan kreatif tim animasi, dan tentu akan selalu dikenang oleh para penggemar di Indonesia maupun mancanegara.
Jika menilik perjalanan serial Adit Sopo Jarwo, tidak berlebihan jika dikatakan bahwa keberadaan musik tema memberikan identitas kuat pada animasi ini. Lagu “Hebatnya Persahabatan” bukan hanya dinyanyikan anak-anak, tetapi juga sering terngiang di benak orang dewasa yang menonton bersama keluarga. Inilah kekuatan karya Harry Budiman: sederhana namun penuh makna.
Kepergian sosok kreatif seperti Harry Budiman kembali mengingatkan kita semua bahwa dunia hiburan tidak hanya dibangun oleh mereka yang tampil di layar, tetapi juga oleh para pekerja seni di balik layar. Dedikasi mereka sering kali tidak terlihat secara langsung, namun justru menjadi fondasi penting yang membuat sebuah karya bisa abadi.
Masyarakat dan penggemar animasi Indonesia tentu akan terus mengenang Harry Budiman lewat karyanya. Setiap kali lagu tema “Hebatnya Persahabatan” berkumandang, nama almarhum akan selalu diingat. Warisan sejati seorang seniman adalah karya yang mampu melintasi waktu, dan Harry Budiman telah mewariskan sesuatu yang tak ternilai melalui musiknya.
Doa terbaik pun terus mengalir. Banyak penggemar menuliskan harapan agar amal ibadahnya diterima dan segala dosanya diampuni. Rasa kehilangan memang begitu besar, namun karya-karya yang ditinggalkan menjadi pengingat bahwa Harry Budiman pernah hadir dan memberikan yang terbaik untuk industri animasi Indonesia.
Kepergian Harry Budiman adalah kehilangan besar, tetapi karyanya akan selalu hidup. Lewat lagu “Hebatnya Persahabatan”, ia telah menorehkan jejak abadi yang akan terus dinyanyikan, dikenang, dan dirasakan oleh generasi mendatang.

