Pagi hari, suasana kampung seharusnya tenang. Tapi Bang Jarwo justru membuat geger karena knalpot barunya yang menggelegar! Saking kerasnya, Adel yang sedang tidur siang sampai terbangun. Padahal, sebelumnya motor itu hanya mogok biasa—dan Bang Jarwo memang ingin tampil lebih “keren”.
Sopo mencoba memberi masukan, tapi malah diminta diam. Bahkan, saat Adit dengan sopan menyampaikan pesan dari Bunda soal bantuan, Bang Jarwo justru tersinggung.
Tak lama, suara bising knalpotnya mulai mendapat protes dari warga sekitar. Pak Haji pun turun tangan. Bang Jarwo yang awalnya ngotot, akhirnya luluh juga. Ia sadar bahwa gaya tanpa empati hanya akan menyusahkan banyak orang.
Sayangnya, belum sempat menikmati knalpot barunya, motornya malah mogok lagi. Dan ironisnya, knalpot barunya belum lunas, tapi sudah minta dicopot kembali!

