Kok Bisa Buku Horor Jadi Souvenir Wedding? Film Tenung Buka Cerita di Balik Itu

Film Tenung garapan Rizal Mantovani yang saat ini sedang tayang di bioskop, tak hanya menarik perhatian karena atmosfer horornya yang kuat, tetapi juga karena asal-usul unik dari materi dasarnya: sebuah buku bertema horor yang dijadikan souvenir pernikahan.

Dalam unggahan resmi @tenungfilm, tim kreatif menjawab rasa penasaran publik lewat video wawancara singkat:

“Kan Tenung untuk cinderamata pernikahan, kenapa pemilihan temanya horor?”

Pertanyaan tersebut muncul karena buku “Tenung” — yang ditulis oleh Risa Saraswati & Dimasta — awalnya memang dibagikan dalam acara pernikahan sebagai cinderamata. Namun, alih-alih menyuguhkan kisah cinta atau pesan pernikahan seperti umumnya souvenir, buku ini justru menyimpan kisah kelam, supranatural, dan penuh misteri.

Pilihan untuk menjadikan cerita horor sebagai kenang-kenangan pernikahan menjadi hal unik dan simbolik. Seperti dijelaskan oleh para kreator dalam video, tema horor dalam buku tersebut justru menggambarkan bagaimana kehidupan itu tidak selalu terang dan penuh kebahagiaan. Kadang, ada sisi gelap yang juga menjadi bagian dari perjalanan manusia—dan dalam konteks cerita Tenung, semua itu menyatu dengan kisah spiritual dan dunia tak kasat mata.

Film Tenung pun akhirnya membawa gagasan itu ke layar lebar, dengan narasi tentang trauma, spiritualitas, dan warisan tak terlihat dari generasi ke generasi. Diperankan oleh Aisyah Aqilah dan disutradarai oleh Rizal Mantovani, film ini memadukan ketegangan horor dengan kekayaan budaya dan nuansa emosional.

Kisah di balik “souvenir pernikahan bertema horor” ini menjadi nilai tambah tersendiri yang membedakan Tenung dari film horor konvensional lainnya. Alih-alih hanya menjual rasa takut, film ini menyisipkan cerita personal dan filosofi yang dekat dengan realitas kehidupan, menjadikannya horor yang lebih reflektif.

Film Tenung kini sedang tayang di bioskop dan menjadi salah satu film Indonesia yang mengusung horor dengan pendekatan emosional dan spiritual yang lebih dalam.

Tinggalkan BalasanCancel reply