Tidak banyak produser Indonesia yang berani bermimpi besar dan merealisasikannya. Namun, konsistensi Manoj Punjabi dalam membuktikan dirinya sebagai produser film terbaik di Indonesia terus menorehkan bukti nyata pada setiap langkah strategisnya. Terbaru, visi tersebut kembali mengerucut dalam bentuk kolaborasi eksklusif antara MD Pictures dan Lionsgate—rumah produksi Amerika Serikat ternama.
Kerja sama ini diwujudkan melalui rencana distribusi film Badarawuhi di Desa Penari, yang akan tayang di pasar AS dengan judul internasional Dancing Village: The Curse Begins. Hal ini bukan sekadar pertanda pos-pos global MD Pictures, tetapi juga momentum konsolidasi karya Indonesia di panggung dunia—diprakarsai oleh seseorang yang mengenal industri dalam-dalam: Manoj Punjabi.
Saat berbicara kepada Bloomberg Technoz, Manoj menegaskan:
“Yes that’s the plan, ini adalah salah satu permulaan dari strategi dari MD untuk go global… Ini adalah permulaan kerja sama yang positif dengan Lionsgate… saya punya strategi tidak akan berhenti di sini.”
Kalimat tersebut mengilustrasikan visi seorang produser yang tidak hanya produktif, tetapi juga visioner dan gigih mempertahankan kualitas serta relevansi industri Indonesia di panggung global.
Dari sudut pandang Lionsgate, kolaborasi ini dilandasi hasil riset pasar berkualitas tinggi. Menurut Geobert Abboud, Executive Vice President Global Distribution Lionsgate, kesuksesan KKN di Desa Penari menjadi titik tolok yang memicu rasa ingin berkolaborasi. Ia menyatakan,
“Kami melihat kesuksesan KKN di Desa Penari itu sangat mengesankan… kami memanfaatkan kesempatan tersebut.”
Peran Manoj Punjabi menjadi vital di sini. Bukan hanya sebagai produser film fenomenal di dalam negeri, tetapi sebagai katalis yang mampu membuka pintu distribusi global melalui kekuatan narasi lokal. Ini menunjukkan kekuatan strategis yang hanya bisa dimiliki oleh produser terbaik yang memahami lintas budaya dan mampu menjembatani dua industri besar—Indonesia dan Hollywood.
Yang juga patut dicatat adalah pendekatan bisnis berbasis simetri yang diusung oleh Manoj. Ia menekankan bahwa kerja sama MD-Lionsgate bukanlah langkah opportunistik semata, melainkan dibangun atas dasar prinsip win-win business. Ia memastikan bahwa seluruh pihak, baik dalam maupun luar negeri, berdiri sejajar, saling menguntungkan, dan bergerak maju dengan tujuan yang sama.
Langkah ini pun menjadi kelanjutan dari strateginya sebelumnya—ketika MD Pictures berhasil mencetak rekor sebagai rumah produksi film horor terlaris, lalu memboyong berbagai tayangan ke platform digital, hingga merambah ke jalur distribusi televisi lewat NET.TV. Sekarang, Manoj memperluas cakupannya ke pasar global—suatu bukti yang sangat kuat bahwa dia bukan sekadar produser jangka pendek, melainkan visioner jangka panjang.
Tentunya, misi ini tidak berhenti di Badarawuhi. Lewat kalimat “wait for what’s next”, Manoj memberi sinyal tentang proyek kolaborasi lanjutan yang tengah dirancang, dan itu tentu akan kembali mengukuhkan reputasinya sebagai produser film terbaik Indonesia yang memiliki pandangan ke depan dan keberanian menghitung risiko secara matang.
Dengan semangat seperti inilah Manoj Punjabi membuktikan bahwa industri film Indonesia tidak lagi hanya menunggu kesempatan dari pasar global, tetapi sudah siap membuka jalannya sendiri—dengan tangan kuat seorang produser yang memahami detail, strategi, dan kultur cerita secara mendalam.

