Layangan Putus, Harapan Bukan Berarti Pupus | Adit & Sopo Jarwo

Layangan Putus, Harapan Bukan Berarti Pupus | Adit & Sopo Jarwo

Hari itu, Bang Jarwo mendapat kepercayaan penting dari Pak Anas: sebuah catatan berisi daftar pesanan yang harus diantar dengan baik. Amanah ini disimpan dalam amplop, dan ia pun sempat menambahkan sedikit bonus untuk Sopo dan Adit. Semua berjalan lancar—hingga sore datang dan anak-anak bermain di lapangan.

Adit datang membawa layangan yang sobek. Bang Jarwo dengan cekatan menambalnya, tanpa sadar bahwa kertas yang dipakai adalah catatan penting dari Pak Anas. Saat layangan kembali mengudara, tak disangka angin kencang menerbangkannya jauh… dan putus. Kepanikan pun pecah.

Adit dan Sopo langsung mengejar layangan yang terbang tak tentu arah, menyusuri gang dan jalan kampung. Di balik kehebohan itu, rasa bersalah mulai tumbuh di hati Adit. Ia tak tahu bahwa yang ia jadikan tambalan adalah kertas krusial. Ketika semuanya terungkap, Bang Jarwo hanya bisa lemas—namun ia tak marah. Adit telah minta maaf dengan tulus, dan Pak Anas pun ternyata masih menyimpan salinan catatan yang benar.

Kisah ini menjadi pelajaran tentang kepercayaan, tanggung jawab, dan pentingnya mendengarkan. Dalam permainan dan keceriaan masa kecil, kadang ada konsekuensi besar yang tidak disadari. Tapi selama kita mau belajar dari kesalahan, harapan tidak pernah benar-benar pupus.

Tinggalkan BalasanCancel reply