Rangkaian emosi dalam kisah La Tahzan kini menyatu dalam bentuk paling personal: suara. Dan untuk pertama kalinya, lagu “Segalanya”, yang menjadi original soundtrack film ini, telah resmi tersedia dan mudah dinikmati publik melalui berbagai platform musik digital.
“Official Soundtrack La Tahzan – ‘Segalanya’ yang dinyanyikan dengan sepenuh hati oleh Marshanda, kini semakin mudah kalian nikmati!”
(mdmusic_id, Instagram – 9 Juli 2025)
Tak semua perasaan dapat dijelaskan melalui adegan atau dialog. Beberapa hanya dapat diwakili oleh lirik dan nada yang jujur. Itulah yang hadir melalui Segalanya. Lagu ini menjadi ekspresi batin dari kehilangan, ketabahan, dan kepasrahan—tiga hal yang sering kali saling bertabrakan dalam sunyi.
Marshanda tidak sekadar menyanyikan lirik, ia menyampaikan hati. Dalam setiap bagian lagu, terdengar upaya untuk menyampaikan apa yang tidak bisa dikatakan oleh tokoh dalam film. Suara itu mengisi celah narasi yang tertinggal, menjembatani luka yang tidak ditampilkan secara langsung di layar.
“Dengarkan kisah kehilangan dan ketabahan lewat setiap lirik dan nada.”
Kalimat tersebut bukan sekadar ajakan, tapi pengantar menuju suasana. Segalanya tidak hadir untuk diputar lalu dilupakan. Lagu ini diciptakan agar tinggal. Agar mereka yang pernah merasa tertinggal atau bertahan dalam diam tahu, bahwa ada karya yang memahami posisi mereka—bukan untuk menghakimi, hanya untuk menemani.
Lagu ini kini tersedia secara lengkap di berbagai platform digital:
Spotify, Apple Music, YouTube Music, Joox, Amazon Music, Deezer—semua bisa diakses kapan pun dan di mana pun. Tanpa batasan, tanpa syarat. Karena perasaan tidak pernah mengenal waktu.
Dengan aransemen musik dari Andi Rianto dan vokal Marshanda yang menyampaikan dengan penghayatan penuh, Segalanya menjadi lebih dari sekadar OST. Ia adalah perpanjangan dari isi hati banyak orang.
Kini, siapa pun yang pernah diam-diam bertahan, dapat menemukan suara mereka sendiri di dalam lagu ini.

