Potret Realita Working Mom dalam Cerita Alina di Film La Tahzan

Tak semua perempuan bisa punya ruang untuk bersuara—terutama mereka yang sehari-hari harus membagi dirinya antara pekerjaan, keluarga, dan waktu istirahat yang entah ke mana. Tapi di film La Tahzan, suara itu akhirnya muncul lewat sosok Alina.

Dalam cuplikan yang diunggah akun resmi @latahzanmovie, Alina terlihat sibuk mengurus rumah sambil mengangkat telepon, menggendong bayi, dan tetap berdiri menjalankan harinya. Tak ada kata mengeluh, tak ada jeda. Ia mewakili banyak perempuan yang harus kuat setiap waktu—meskipun mereka juga manusia yang bisa lelah.

Postingan ini langsung mengundang reaksi. Komentar demi komentar bermunculan. Ada yang bilang, “Istri idaman,” ada juga yang menebak, “Badan dibesarkan demi peran ini ya? Totalitas.” Tapi di balik itu semua, muncul satu kenyataan: banyak yang merasa relate.

La Tahzan memberi ruang bagi karakter seperti Alina untuk tampil ke depan. Ia bukan tokoh utama yang dramatis, bukan pula karakter antagonis. Tapi justru di situlah kekuatannya. Alina adalah ibu modern, istri yang multitasking, perempuan yang bisa bekerja sekaligus mengurus keluarga tanpa mengeluh, meski kadang tak ada yang benar-benar melihat perjuangannya.

Kalau kamu juga pernah merasa seperti Alina—sibuk, capek, tapi tetap harus kuat—maka mungkin inilah film yang akan terasa paling jujur buat kamu.

Tinggalkan BalasanCancel reply