Ada banyak bentuk rasa syukur yang hadir di tengah kerasnya hidup. Salah satunya datang dari Asih, seorang babysitter yang menjadi karakter pendukung dalam film La Tahzan. Dalam sebuah potongan video pendek yang diunggah melalui akun resmi film tersebut, Asih duduk anggun dengan balutan busana lembut, menyampaikan perasaan yang begitu manusiawi: syukur karena diberi pekerjaan.
Rasa syukur itu bukan hanya tentang nominal gaji, tetapi tentang kesempatan untuk tetap bertahan hidup di tengah ekonomi yang tak mudah. Ucapannya sederhana, tapi mengandung makna mendalam tentang perjuangan perempuan pekerja domestik yang kerap terpinggirkan dari sorotan utama.
Di balik layar film ini, karakter Asih memberi napas tambahan pada realita banyak orang. Ia bukan tokoh utama, namun kehadirannya kuat—mewakili mereka yang bekerja di dalam rumah tangga orang lain, namun tetap punya hak untuk bahagia dan bersyukur.
Kisah Asih bukan sekadar pelengkap. Ia adalah potret dari jutaan perempuan yang menemukan harapan dalam pekerjaan sederhana. Film La Tahzan memberi ruang pada suara-suara kecil seperti Asih, dan itu membuat ceritanya terasa lebih luas dan bermakna.
Film ini akan tayang di bioskop mulai 14 Agustus 2025. Dan dari sudut seorang babysitter, kita diingatkan bahwa kebahagiaan tidak selalu datang dari hal-hal besar, tapi dari rasa syukur yang sederhana—seperti memiliki pekerjaan dan tempat berpijak.

