Warga Kampung Karet mengikuti kegiatan donor darah bersama. Pak Anas yang sudah terbiasa mendonorkan darah memberikan semangat kepada warga lainnya, sementara Bang Jarwo yang sudah mendaftar justru menghilang karena takut melihat darah dan jarum suntik.
Adit dan Denis akhirnya menemukan Bang Jarwo sedang bersembunyi. Meski sudah mencoba berbagai cara untuk melawan rasa takut, Bang Jarwo merasa tidak sanggup dan hampir menyerah. Namun, ketika mendengar Bang Irin juga takut, semangat Bang Jarwo tiba-tiba berkobar dan ia memutuskan kembali ke tempat donor darah.
Setelah menjalani donor, Bang Jarwo menyadari bahwa prosesnya tidak seseram yang dibayangkan. Pak Haji pun bangga karena Bang Jarwo berhasil menghadapi ketakutannya sendiri.
Amanat: Rasa takut merupakan hal yang wajar, tetapi jangan membiarkannya menghalangi niat baik. Keberanian tumbuh ketika kita mau mencoba dan menghadapi ketakutan dengan penuh keyakinan.

