Menjelang acara layar tancep, warga bekerja keras menyiapkan segala keperluan. Adit dan teman-temannya merapikan kursi, sementara Bang Jarwo, Bang Irin, dan Sopo memasang kain putih yang menjadi layar utama. Meski sederhana, pekerjaan itu tidak mudah. Kain terlalu panjang, bambu kurang sejajar, dan kerja sama sering terganggu oleh salah paham kecil di antara mereka.
Di tengah panas dan lelah, Deli datang membawa minum, membuat suasana sedikit lebih tenang. Setelah beberapa kali mencoba, akhirnya layar berdiri rapi berkat tenaga semua orang. Walaupun sempat saling menyalahkan, pada akhirnya mereka kembali bekerja bersama.
Cerita ini menegaskan bahwa suatu acara hanya bisa berhasil bila dikerjakan dengan kebersamaan dan saling melengkapi.

