Cinta yang dikhianati. Luka yang tidak selalu terlihat. Dosa yang diam-diam merusak fondasi rumah tangga. Tema-tema berat seperti inilah yang diangkat secara lugas dalam talkshow Bahas Tuntas Cinta, Dosa, Luka bersama psikolog Ajeng Raviando dan artis Asri Welas.
“BAHAS TUNTAS Cinta, Dosa, Luka… Perselingkuhan Rumah Tangga hari ini bersama @ajengraviando & Mbak Kar @asri_welas”
(latahzamovie, Instagram – 9 Juli 2025)
Diskusi ini tidak digelar untuk menyudutkan atau menilai siapa yang salah dan benar, melainkan sebagai ruang refleksi. Bagaimana luka yang ditinggalkan akibat pengkhianatan mampu memengaruhi struktur emosional seseorang, dan bagaimana film La Tahzan mengangkat hal tersebut secara realistis—itu yang menjadi inti bahasan.
Ajeng Raviando memberikan perspektif psikologis tentang dampak perselingkuhan dalam pernikahan. Ia membedah bagaimana rasa percaya yang rusak bisa menciptakan siklus emosional panjang, yang sering kali tak disadari. Sementara itu, Asri Welas hadir dengan suara publik—suara yang lebih spontan, jujur, dan mewakili banyak penonton yang menonton dengan hati terbuka.
Talkshow ini juga memberi ruang untuk menyuarakan luka dari sudut pandang perempuan. Bukan hanya sebagai korban atau pelaku, tetapi sebagai manusia yang memiliki hak atas kejujuran dan pilihan. Film La Tahzan menjadi titik tolak diskusi, namun pembahasannya jauh menembus layar.
Tayangan ini hadir di YouTube MD Pictures dan menjadi salah satu konten reflektif yang tidak sekadar membicarakan film, tapi juga realitas sosial yang menyertainya. Dalam suasana hangat namun penuh tekanan emosional, pembicaraan mengalir apa adanya—dan membuat penonton ikut terbawa.

