Summarize this content to 300 words JAKARTA, KOMPAS.com – Popularitas film KKN di Desa Penari diiringi dengan meningkatnya rasa penasaran publik terhadap lokasi Desa Penari.
Tak heran, sebab klaimnya cerita KKN di Desa Penari berdasarkan kisah nyata yang terjadi pada tahun 2009.
Sejak utas KKN di Desa Penari yang ditulis akun Twitter SimpleMan pada 2019 viral, warganet mulai bergantian menebak di mana lokasi Desa Penari tempat terjadinya hal-hal mistis yang menimpa para mahasiswa KKN (Kuliah Kerja Nyata).
Di saat yang sama bermunculan kreator konten YouTube melakukan pencarian lokasi Desa Penari termasuk yang cukup terkenal adalah investigasi Rowo Bayu.
Baca juga: Ketika KKN di Desa Penari Lewati Rekor Pengabdi Setan sebagai Film Horor Terlaris Indonesia…
Rowo Bayu adalah tempat wisata yang terletak di Desa Bayu, Kecamatan Songgong, Banyuwangi, Jawa Timur.
Terdapat telaga di tengah rimbunnya pohon. Dulunya adalah tempat Raja Blambangan, Prabu Tawang Alun, bermeditasi. Warga lokal mempercayai telaga itu sebagai tempat sakral.
Namun, dalam klarifikasinya di YouTube Raditya Dika, SimpleMan menegaskan bahwa tidak ada hubungan antara Desa Penari dengan Rowo Bayu.
“Beberapa orang membuat video penjelajahan ke lokasi desa Penari yang diduga berada di Rowo Bayu, saya tegaskan bahwa kejadian ini tidak ada hubungannya sama Rowo Bayu,”ucapnya dikutip Kompas.com, Jumat (13/5/2022).
Baca juga: 5 Alasan Film KKN di Desa Penari Bikin Penasaran untuk Ditonton
Selanjutnya, masih di Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, lokasi desa Penari disebut-sebut terletak di Alas Gumitir. Penghubung Kota Jember dan Banyuwangi, di sana terdapat patung menari di gapura selamat datang.
Lalu dugaan berikutnya soal lokasi Desa Penari adalah di sebuah dusun di Kecamatan, Glenmore, Kabupaten Banyuwangi.
Sumber

