Bang Jarwo terlalu bersemangat saat membawa belanjaan warga. Ia memaksakan semua barang diangkut sekaligus agar terlihat hemat dan cepat, tanpa memikirkan kapasitas dan keamanan. Sopo sempat mengingatkan, tapi tetap diabaikan.
Akibatnya, perjalanan jadi tidak nyaman dan penuh risiko. Barang menumpuk, bemo berjalan tidak stabil, hingga akhirnya ban pecah di tengah jalan. Situasi makin kacau karena barang belum sampai, waktu terbuang, dan rencana jadi berantakan.
Dari kejadian itu, Bang Jarwo mulai menyadari bahwa niat baik saja tidak cukup tanpa perhitungan yang matang.
Pesannya, dalam menjalankan tanggung jawab, kita harus bijak dan mempertimbangkan kemampuan agar tidak menimbulkan masalah baru.

