Pagi itu, Bang Jarwo dibuat bingung karena Memei—yang biasanya lahap sarapan—tiba-tiba kehilangan nafsu makan. Ternyata, bukan soal makanan. Memei sedang pusing memikirkan tugas kuliah tentang analisis multivariat. Meski awalnya menghindar, perhatian dari orang-orang terdekat pun mulai berdatangan.
Bang Jarwo, Sopo, dan teman-teman punya misi yang sama: mengembalikan senyum Memei. Mulai dari gaya kocak Sopo yang malah membuat dirinya sendiri jatuh, hingga puisi tulus dari Denis, semua mencoba cara masing-masing. Bahkan Ucup yang dikenal religius, ikut membantu dengan membacakan doa terbaik untuk Kak Mei.
Sementara yang lain sibuk mencoba, Adit memilih pendekatan berbeda. Bersama Bang Sopo, mereka mencari solusi dengan caranya sendiri. Hasilnya? Ternyata Adit berhasil menemukan data lapangan yang Kak Mei butuhkan untuk menyelesaikan tugasnya. Semua interaksi—mulai dari sarapan, keanehan Bang Jarwo, hingga puisi Denis—ternyata jadi bagian penting dalam tugas analisis multivariat Kak Mei.
Akhir cerita ditutup manis. Memei kembali ceria dan berterima kasih kepada semua teman-teman yang telah membantu. Bahkan, ia mentraktir mereka makan bakso di warung Kang Ujang. Sebuah bentuk apresiasi yang sederhana tapi hangat.
Episode ini menunjukkan bahwa setiap orang punya cara berbeda dalam menunjukkan perhatian dan kasih sayang. Dan ketika semua niat baik dikumpulkan, hasilnya bisa jadi sangat berarti.

