Hari itu suasana kampung mendadak hening gara-gara Bang Jarwo tiba-tiba memilih diam dan tak bicara sepatah kata pun. Semua warga bingung, termasuk Sopo yang biasanya selalu jadi teman setianya. Rupanya, sebelumnya Bang Jarwo sempat ditegur keras oleh Bang Uding karena dianggap terlalu sering bikin ribut meski niatnya membantu.
Sejak itu, Bang Jarwo benar-benar diam — melayani pembeli di warung tanpa bicara, hanya menunjuk barang dan mengangguk. Adit yang datang untuk belanja pun terkejut melihat perubahan itu. Ia mencoba menghibur Bang Jarwo, tapi tetap saja tak ada sepatah kata keluar.
Warga kampung mulai bertanya-tanya, sampai akhirnya terungkap alasan sebenarnya. Bang Jarwo ternyata sedang “puasa ngomong” demi menjaga suaranya karena akan ikut lomba karaoke di kelurahan sebelah! Ia takut kehilangan suara dan ingin tampil maksimal saat final nanti.
Begitu rahasia itu terbongkar, semua tertawa lega. Meski awalnya disangka marah, ternyata Bang Jarwo sedang berlatih disiplin dan menahan diri. Dari kejadian ini, Adit dan teman-teman belajar bahwa kadang diam bukan berarti marah — bisa jadi bentuk kesungguhan seseorang dalam mengejar impiannya.

