Adit kembali diingatkan Bunda karena sering mengayuh sepeda terlalu cepat. Meski Adit merasa dirinya tidak selalu ngebut, Bunda tetap khawatir karena tindakan itu bisa membahayakan dirinya maupun orang lain. Kekhawatiran tersebut terbukti ketika Adit berusaha mengejar Bang Jarwo untuk mengembalikan sesuatu yang tertinggal.
Saat mengejar bemo, Adit melaju dengan terburu-buru hingga situasi menjadi tegang. Bang Jarwo kesulitan mengendalikan kendaraan, sementara Denis dan Ucup berusaha membantu agar tidak terjadi kecelakaan. Berkat kerja sama mereka, masalah akhirnya bisa diatasi tanpa ada yang terluka.
Setelah kejadian itu, Adit menyadari kesalahannya dan meminta maaf kepada Bunda. Ia berjanji akan lebih berhati-hati saat bersepeda dan tidak lagi ngebut di jalan. Cerita ini mengajarkan bahwa niat baik harus dilakukan dengan cara yang benar, karena keselamatan tetap menjadi hal yang paling penting.

