Hari itu Adit dan Bang Irin sedang panen bayam. Adit terlihat semangat saat diajak membantu di kebun. Ia pun belajar bagaimana mencabut bayam sampai ke akar-akarnya, seperti yang diajarkan Bang Irin. Tidak lama, Adel datang bersama Bunda. Ia tampak ingin ikut bermain sambil melihat aktivitas panen.
Suasana berubah ketika Adel melihat ulat bulu. Sontak ia kaget dan menangis. Bang Irin dan Adit segera menenangkannya, mencoba membuat Adel merasa aman kembali. Bang Irin bahkan menawarkan pangkuan agar Adel berhenti menangis, meski tangan Bang Irin sedang kotor karena berkebun. Lucunya, Adel bisa tahu tangan Bang Irin belum bersih.
Bunda datang dan menenangkan Adel dengan lembut. Adit pun minta maaf karena terlalu asik metik bayam sampai lupa menjaga Adel. Bunda menasihatinya agar lebih hati-hati lain kali. Setelah suasana kembali tenang, Bunda meminta bantuan Adit dan Bang Irin untuk memetik kentang, tomat, kemangi, dan daun selada. Bang Irin kembali mengajarkan cara panen, termasuk tips memetik daun kemangi agar tetap bisa tumbuh lagi.
Kegiatan sederhana ini menunjukkan hangatnya interaksi mereka saat berkebun. Dari panen bayam sampai memetik kemangi, setiap aktivitas menjadi pelajaran kecil yang bermakna. Meski sempat ada kejutan kecil karena ulat bulu, semuanya kembali ceria dan penuh semangat.

