Adit dan Denis membantu Bunda merapikan rumah saat Adel sedang tidur dengan senyum yang lucu. Sementara itu, Bang Jarwo terlihat murung karena sejak kemarin terus mengingat Adel—ia merasa rindu melihat keceriaan si kecil. Saat mengantar pesanan ke Pak Anas, pikirannya masih tertuju pada Adel dan balon kuning kesukaannya.
Ketika melewati tukang balon, Bang Jarwo langsung membeli satu balon kuning khusus untuk Adel. Namun saat sampai di rumah, balonnya malah meletus dan membuat suasana jadi canggung. Adel yang masih kecil tidak benar-benar mengerti, tapi ia tetap berkata agar Bang Jarwo sabar. Ucapan polos itu membuat Bang Jarwo tambah tersentuh.
Tidak ingin mengecewakan, Bang Jarwo kembali bergegas menemui tukang balon dan memesan 10 balon kuning sekaligus. Ia ingin melihat Adel tertawa lagi dan memastikan gadis kecil itu bisa bermain sepuasnya. Adit, Denis, dan Bunda akhirnya melihat usaha tulus Bang Jarwo yang begitu sayang pada Adel.
Dengan balon-balon kuning itu, Adel ceria kembali, dan Bang Jarwo merasa lega karena bisa membuat si kecil bahagia. Amanatnya: ketulusan dalam membantu dan membahagiakan orang lain selalu membawa kebaikan, sekecil apa pun usahanya.

