Adit mengingatkan bahwa kebersihan adalah pangkal kesehatan, terutama saat musim hujan ketika nyamuk mudah berkembang. Ucup panik karena takut dengan nyamuk belang-belang yang disebut bu guru sebagai penyebab demam berdarah. Pak Haji menjelaskan bahwa jenis nyamuk Aedes aegypti memang berbahaya, sehingga warga harus melakukan langkah 3M: menguras, mengubur, dan menutup tempat-tempat yang bisa menampung air.
Anak-anak pun segera ikut bergerak. Mereka mengumpulkan kaleng bekas, ember, dan genangan kecil yang bisa menjadi sarang jentik. Denis menemukan kaleng besar, Adit menemukan ember, sementara Ucup membawa kantong penuh sampah yang bisa dikubur. Mereka belajar bahwa lingkungan kotor membuat nyamuk cepat berkembang, sehingga kerja bakti jadi cara paling tepat untuk melindungi warga.
Saat Bang Sopo mengantar pesanan Kang Ujang, Bang Jarwo salah paham dan mengira semua ember harus dikubur, termasuk ember milik Kang Ujang yang masih dipakai. Kekacauan kecil ini membuat Pak Haji meluruskan bahwa yang dibuang hanyalah barang bekas yang sudah tidak terpakai, bukan peralatan yang masih dipakai sehari-hari.
Warga akhirnya memahami pentingnya menjaga kebersihan secara benar. Anak-anak pun bangga ikut terlibat dalam kerja bakti untuk mencegah demam berdarah. Di akhir hari, semua tersenyum karena telah bekerja sama menjaga lingkungan tetap bersih. Amanatnya: kebersihan yang dijaga bersama membuat seluruh warga lebih sehat dan aman dari penyakit.

