Adit bercerita tentang pengalamannya di Taman Safari, mulai dari memberi makan hewan hingga menonton atraksi aneka satwa. Ucup dan Kipli yang mendengarnya ikut bersemangat, sementara Adel penasaran apakah hewan-hewan itu menggigit atau tidak. Adit menjelaskan bahwa hewan jinak hanya diberi makan sayur dan buah, sedangkan hewan buas harus dilihat dari dalam mobil agar aman.
Di tengah obrolan mereka, terlihat Bang Sopo sedang berinteraksi dengan si Belang, kucing kampung yang sudah sangat akrab dengannya. Adit dan teman-temannya kagum melihat bagaimana Belang bisa mengikuti gerakan tangan Bang Sopo seperti hewan yang sedang dilatih. Ternyata karena Bang Sopo sering memberi makan dan memperlakukan hewan-hewan di sekitar rumah dengan baik, mereka menjadi jinak dan mudah diarahkan.
Pak Haji yang melihat mereka kemudian mendukung ide Adit untuk membuat pertunjukan satwa kecil-kecilan di kampung, mirip seperti yang ada di Taman Safari. Bang Jarwo pun ikut mencoba, meski beberapa gerakannya justru membuat semua orang panik karena ia kurang yakin namun tetap memaksakan diri. Setelah itu, giliran Bang Sopo yang menunjukkan kemampuan binatang lain seperti ayam, burung, hingga burung kakak tua yang bisa berhitung.
Anak-anak sangat senang melihat pertunjukan sederhana tersebut. Mereka ikut memberi soal untuk kakak tua dan terkejut saat burung itu menjawab dengan menganggukkan kepala sesuai jumlah yang benar.
Di akhir kegiatan, semua belajar bahwa hewan bisa menjadi jinak dan pintar jika dirawat dengan kasih sayang, dan bahwa kebaikan serta ketulusan membuat hewan maupun manusia lebih mudah memahami satu sama lain.

