Di suatu sore yang tenang, suasana mendadak berubah saat Ucup tiba-tiba menangis. Bukan karena jatuh atau dimarahi, tapi karena takut terkena demam berdarah. Semua bermula saat Kak Denis tanpa sengaja memukul Ucup demi mengusir seekor nyamuk Aedes aegypti—nyamuk pembawa penyakit demam berdarah yang kerap muncul saat musim hujan.
Bang Sopo dan Bang Jarwo segera menjelaskan bahwa ketakutan Ucup tak bisa dianggap sepele. Mereka pun mengajarkan tiga langkah penting: Menguras, Mengubur, dan Menutup—langkah yang dikenal sebagai 3M untuk mencegah penyebaran nyamuk DBD. Adit dan teman-temannya langsung bergerak cepat. Mereka mencari kaleng-kaleng bekas, ember berisi air hujan, dan tempat-tempat tergenang air lain yang bisa jadi sarang jentik nyamuk.
Semangat mereka menyebar ke warga sekitar. Bahkan Bu Salama ikut rutin menguras kamar mandi setiap minggu. Namun, aksi semangat Bang Jarwo yang berlebihan membuat salah paham. Ia sampai mengubur ember Kang Ujang yang masih digunakan untuk mencuci mangkok! Untungnya, Pak Haji segera meluruskan maksud edukasi itu—bahwa yang perlu dikubur adalah barang bekas tak terpakai, bukan semua wadah air.
Episode ini bukan hanya menyajikan kelucuan khas Adit dan kawan-kawan, tapi juga menyampaikan pesan penting: pentingnya menjaga kebersihan lingkungan agar terbebas dari ancaman demam berdarah. Dengan cara yang ringan dan mudah dimengerti, anak-anak belajar bahwa menjaga kesehatan adalah tanggung jawab bersama.

