Cerita kali ini dimulai dengan suasana santai ketika Adit, Ucup, dan Kipli menikmati Yoho Ice Cup dengan berbagai rasa buah yang segar. Namun, perhatian mereka langsung teralih ketika melihat ondel-ondel milik Bang Junet yang dititipkan sebentar. Ondel-ondel itu ternyata akan dipakai untuk acara pentas lenong Betawi, sehingga keberadaannya menjadi istimewa.
Pak Anas sempat bercerita bahwa di masa mudanya ia sering ikut mengibing sebagai ondel-ondel keliling kampung. Hal ini membuat anak-anak semakin penasaran. Walaupun awalnya hanya diminta untuk menjaga, Ucup dan Kipli malah terdorong untuk mencoba memainkan ondel-ondel tersebut.
Ketika ondel-ondel mulai bergerak, Denis langsung panik. Ia merasa takut karena melihat boneka besar itu mendekat. Adit mencoba menenangkannya dengan menjelaskan bahwa ondel-ondel bukanlah monster, melainkan boneka tradisional yang digerakkan orang di dalamnya. Namun, ketakutan Denis tetap membuat suasana menjadi heboh.
Tak lama kemudian, rahasia terbongkar—ondel-ondel itu ternyata dimainkan oleh Ucup dan Kipli. Mereka ingin merasakan sendiri pengalaman menjadi ondel-ondel, seperti cerita yang sering mereka dengar. Sayangnya, kelalaian mereka menyebabkan tangan ondel-ondel copot, sehingga membuat situasi semakin runyam.
Pak Anas pun menegur dengan tegas, mengingatkan bahwa titipan harus dijaga sebaik-baiknya, bukan untuk mainan. Ucup dan Kipli menyadari kesalahan mereka dan meminta maaf. Mereka menjelaskan bahwa keinginan mencoba menjadi ondel-ondel muncul karena rasa bangga terhadap budaya Betawi. Untungnya, Pak Junet dan warga lainnya memahami, bahkan memberi kelonggaran karena kerusakan bisa diperbaiki.
Akhir cerita membawa pesan yang kuat: titipan adalah tanggung jawab yang harus dijaga dengan sungguh-sungguh, dan melestarikan budaya bisa dilakukan dengan cara yang benar, bukan sembarangan.
Episode “Ondel Ondel Bikin Dennis Jengkel” tidak hanya menghadirkan tawa, tetapi juga menanamkan pelajaran tentang budaya, tanggung jawab, dan keberanian menghadapi rasa takut.

