CERIA (Cerdas dan Bahagia) – Cerita Adit & Ucup Tentang Trenggiling

Assalamualaikum teman-teman, semoga selalu sehat dan penuh semangat. Kali ini Adit dan Ucup kembali hadir dalam program CERIA (Cerdas dan Bahagia) yang selalu menghadirkan cerita seru dan penuh pengetahuan. Tidak sekadar hiburan, setiap episodenya membawa kita mengenal hal-hal baru yang bermanfaat untuk kehidupan sehari-hari.

Dalam kesempatan ini, Ucup mengajak adik-adik semua untuk mengenal hewan unik yang tubuhnya bisa menggulung seperti bola. Hewan itu adalah trenggiling. Dari cara Ucup memperkenalkan, anak-anak langsung dibuat penasaran karena bentuk pertahanannya yang khas. Trenggiling memang dikenal mampu menggulung tubuhnya rapat-rapat saat merasa terancam. Uniknya lagi, hewan ini dilengkapi sisik keras dengan ujung tajam serta kemampuan mengeluarkan cairan berbau menyengat untuk melindungi diri.

Lebih jauh, Adit menambahkan pengetahuan tentang trenggiling yang membuat ceritanya semakin lengkap. Hewan ini sepenuhnya ditutupi sisik keras yang ternyata sering disalahgunakan untuk berbagai kebutuhan manusia, mulai dari kesehatan hingga kecantikan. Habitat utama trenggiling berada di hutan sekunder tua yang dipenuhi pepohonan seperti mani, puspa, hingga rasaala. Hewan ini sangat bergantung pada kelestarian hutan untuk bertahan hidup.

Makanan utama trenggiling adalah semut dan rayap. Ia memiliki lidah lengket yang bisa lebih panjang dari tubuhnya. Lidah inilah yang membantunya menyusup masuk ke sarang semut dan rayap, lalu menjilat serangga-serangga kecil itu untuk dijadikan santapan. Bayangkan betapa uniknya hewan ini—tidak punya gigi, tapi sangat ahli mencari makan dengan cara yang alami.

Cerita tentang trenggiling ini membuat suasana belajar menjadi lebih hidup. Anak-anak bisa melihat bagaimana Adit dan Ucup tidak hanya menyampaikan fakta, tetapi juga menekankan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan. Dengan memahami hewan-hewan unik seperti trenggiling, kita diajak untuk lebih sayang pada ciptaan Allah dan peduli terhadap keseimbangan alam.

Seperti biasa, Ucup menutup sesi ini dengan pantun ringan yang membuat suasana kembali ceria:

“Jalan-jalan ke Mangga Dua, jangan lupa oleh-olehnya,
Sambil nonton acara CERIA, hidup pun jadi lebih bahagia.”

Pesan akhirnya jelas: belajar itu bukan hanya soal menambah pengetahuan, tapi juga membentuk karakter agar kita bisa tumbuh menjadi anak yang cerdas, bahagia, dan membanggakan orang tua.

Tinggalkan BalasanCancel reply