Di tengah keceriaan anak-anak, Bunda membagikan Yoho Ice Cup sebagai camilan segar sebelum belajar. Setelah itu, suasana menjadi semakin ramai ketika Bang Jarwo mengumumkan bahwa akan ada lomba membuat mainan dari bahan alam. Semua anak langsung dibagi ke dalam kelompok. Bang Jarwo bekerja sama dengan Adit dan Agi membuat wayang dari batang dan daun singkong, sementara Bang Irin bersama Ucup dan Dev membuat kuda-kudaan dari pelepah pisang.
Semangat kompetisi terlihat jelas. Bang Jarwo dan kelompoknya dengan cekatan mengumpulkan bahan dan mulai membentuk wayang. Dengan batang yang dibentuk dan daun yang dibuletkan, mereka menunjukkan kreativitas dari bahan yang sangat sederhana. Di sisi lain, Bang Irin dan kelompoknya menciptakan mainan kuda-kudaan dengan teknik melipat dan mengikat pelepah pisang yang begitu khas.
Saat semua karya selesai, Sopo sebagai juri mengumumkan bahwa pemenangnya adalah dua-duanya. Semua bersorak gembira karena menang bersama. Ini menjadi momen yang sangat berharga, di mana bukan hanya kreativitas yang dihargai, tetapi juga kebersamaan dan kerja sama.
Pesan yang ingin disampaikan dalam cerita ini adalah bahwa alam menyediakan banyak hal yang bisa dimanfaatkan untuk bermain dan belajar. Dengan kreativitas dan kerja sama, hal sederhana bisa berubah menjadi pengalaman yang luar biasa.
Sebagai hadiah, anak-anak diajak makan bakso sepuasnya. Bukan hanya rasa yang lezat, tetapi juga kebahagiaan karena telah menyelesaikan tantangan bersama. Episode ini menunjukkan bahwa teknologi bukan satu-satunya sumber hiburan. Dari bahan-bahan sederhana di sekitar, anak-anak bisa tetap bahagia, belajar hal baru, dan saling menghargai usaha satu sama lain.

