Hari itu Kampung Karet mulai bau karena tumpukan sampah yang tak diangkut selama tiga hari. Tukang sampah sedang sakit, dan warga mulai resah karena lalat beterbangan di mana-mana. Melihat situasi itu, Bang Jarwo diminta membantu mengangkut sampah memakai bemonya. Awalnya ia setuju, tapi seperti biasa, sempat mengeluh dan menunda dengan berbagai alasan.
Sopo pun akhirnya ikut membantu, tapi perjalanan tak semudah yang dikira. Bemo mereka penuh muatan dan hampir mogok di tengah jalan karena lupa isi bensin. Warga pun turun tangan membantu mendorong. Meski awalnya ribut dan saling menyalahkan, akhirnya Bang Jarwo sadar bahwa membantu orang lain itu bukan soal untung, tapi soal niat tulus.
Dengan kerja sama warga, sampah pun berhasil diangkut dan kampung kembali bersih. Dari kejadian ini, Bang Jarwo belajar bahwa kebaikan sekecil apa pun, jika dilakukan bersama, bisa membawa manfaat besar.

