Hari itu, semua warga sibuk membantu Bapak Cang membuat kue keranjang untuk perayaan Tahun Baru Cina. Bang Jarwo semangat sekali ingin membuktikan kalau dia bisa diandalkan. Ia langsung mengambil peran utama: mengaduk adonan dodol yang kental di kuali besar. “Aduknya jangan berhenti, Bang, nanti gosong!” kata Kak Lime.
Awalnya Bang Jarwo terlihat kuat dan yakin bisa menyelesaikan semuanya sendiri. Tapi ternyata, adonan dodol harus diaduk selama 12 jam penuh! Perlahan tangannya mulai pegal, keringat bercucuran, dan wajahnya memerah menahan lelah.
Sopo dan yang lain menawarkan bantuan, tapi Bang Jarwo tetap menolak. Hingga akhirnya, tubuhnya ambruk kelelahan di samping tungku. Semua langsung panik, tapi juga tertawa lega saat Bang Jarwo bangun lagi. Ia pun sadar bahwa kerja sama jauh lebih penting daripada gengsi.
Kue keranjang pun matang sempurna, manis dan lembut—seperti hasil gotong royong yang hangat.

