Bang Jarwo mendapat amanah dari Babacang untuk mengantarkan titipan penting kepada Pak Dasuki sebelum zuhur. Awalnya Bang Jarwo yakin bisa menyelesaikan tugas tersebut tepat waktu sekaligus mendapatkan uang lembur.
Namun, dalam perjalanan Bang Jarwo tergoda mengambil pekerjaan lain. Ia membantu memperbaiki jemuran Bu Salamah dan memetik mangga milik Pak Anas karena mendapatkan tambahan rezeki. Tanpa disadari, titipan yang seharusnya menjadi tugas utama justru terlupakan.
Akibatnya, barang tersebut tidak sampai kepada Pak Dasuki tepat waktu. Bang Jarwo pun mendapat teguran karena telah mengabaikan amanah yang diberikan kepadanya.
Cerita ini mengajarkan bahwa setiap titipan harus dijaga dan disampaikan sampai tujuan. Jangan mengabaikan tanggung jawab utama hanya karena tergoda dengan keuntungan lain.

