Kebiasaan Ringgo yang mudah tertidur mulai mengganggu pekerjaannya. Babacang dan Pak Haji mencoba membantu Ringgo mengatasi rasa kantuk dengan latihan pernapasan hingga berbagai cara agar tubuhnya tetap segar. Namun, Ringgo tetap saja tertidur di tengah latihan.
Bang Jarwo yang harus bekerja bersama Ringgo pun sempat merasa kesal. Di tengah perjalanan, keadaan berubah menegangkan ketika bemo mengalami masalah pada rem. Beruntung, mereka akhirnya dapat berhenti dengan selamat.
Pak Haji kemudian mengingatkan Bang Jarwo untuk memahami keadaan Ringgo. Kebiasaan Ringgo ternyata berkaitan dengan aktivitasnya yang harus bangun sebelum subuh untuk membantu ibunya menyiapkan nasi uduk.
Cerita ini mengajarkan untuk tidak hanya melihat kekurangan seseorang, tetapi juga memahami keadaan dan perjuangan yang sedang dijalaninya.

