Kisah dimulai dari panen ubi dan talas yang dibawa oleh Bang Jarwo dan Bang Irin. Tapi bukannya lancar, urusan jadi ribet ketika motor mogok di tengah jalan. Bang Irin menolak isi bensin karena merasa baru menumpang sebentar, sedangkan Bang Jarwo ngotot sudah bersusah payah dorong motor hingga ke pom. Perdebatan pun pecah di tengah jalan!
Untungnya, Pak Haji datang dan menengahi. Keduanya diminta menjelaskan kejadian dengan jujur, bahkan sampai diminta memeragakan ulang insiden dari awal. Lucunya, ternyata mereka sebelumnya sudah saling memaafkan. Tapi begitu di depan Pak Haji, drama dimulai lagi.
Ucup dan Adit jadi saksi betapa lucunya orang dewasa yang bisa berantem karena hal sepele. Tapi pelajaran besar pun muncul: keikhlasan dan saling bantu itu lebih penting dari hitung-hitungan kecil.
Akhir cerita, pesanan ubi dan talas berhasil diantar ke Babacang. Barang diterima, gorengan siap dibuat. Bahkan Bang Irin akhirnya menerima ongkos tambahan dari Bang Jarwo. Semua damai, perut kenyang, dan hati senang.
Episode ini mengajarkan bahwa kerjasama dan saling mengerti lebih berharga daripada perdebatan panjang. Dan tentu saja, ubi goreng panas yang nikmat di akhir jadi penutup manis buat semua!

