Pagi itu, Bang Jarwo dan Bang Irin berdebat soal ongkos bensin. Semua berawal dari permintaan Bang Irin yang ingin nebeng ke warung sambil mengantarkan ubi dan talas pesanan Pak Bacang. Bang Jarwo setuju, asal nanti dibayarin bensin. Tapi karena motor sempat mogok di jalan dan Bang Irin belum dapat uang, situasi pun jadi panas.
Sampai akhirnya, perselisihan kecil itu diselesaikan dengan cara yang bijak: kedua pihak menjelaskan kronologi dari sudut pandang masing-masing, bahkan sampai memperagakannya di depan Pak Haji. Lucunya, walaupun mereka sempat saling emosi, Bang Jarwo dan Bang Irin justru sudah saling memaafkan sebelum sampai ke tempat Pak Haji!
Ubi dan talas akhirnya berhasil diantar ke rumah Pak Bacang. Tidak hanya selesai dengan damai, Bang Irin juga tetap memberikan uang bensin, membuktikan bahwa keikhlasan dan tanggung jawab bisa berjalan beriringan. Ucup dan Adit pun ikut senang melihat bagaimana orang dewasa menyelesaikan masalah dengan kepala dingin.
Episode ini memberikan pesan penting: jika semua diselesaikan dengan jujur dan ikhlas, hasilnya bukan hanya “cuan”, tapi juga persahabatan yang makin erat.

