Hari Senin yang harusnya tenang berubah ribut ketika Bang Jarwo dan Bang Irin saling menyalahkan soal motor mogok. Bang Jarwo merasa sudah membantu mengantar ubi dan talas pesanan Babacang, sementara Bang Irin keberatan mengisi bensin karena belum menerima bayaran. Keduanya makin emosi hingga Pak Haji meminta mereka menjelaskan ulang kejadian dari awal.
Setelah dipahami bersama, ternyata permasalahan mereka hanya soal salah paham kecil. Adit dan Ucup menjadi saksi bahwa sebelumnya mereka sudah saling memaafkan. Pada akhirnya, Bang Jarwo tetap mengantar pesanan dan Bang Irin membayar upah dorongan motor.
Cerita ini mengingatkan bahwa masalah sering terlihat besar hanya karena emosi—namun bisa selesai ketika kita mau mendengar dan saling mengalah.

