Pagi itu Bang Jarwo dan Sopo hendak mengantar barang ketika Ayah Adit ingin pergi ke stasiun. Karena searah, Jarwo menawarkan tumpangan naik bemo. Namun di perjalanan, ia justru menyempatkan diri mengantar pesanan lain dan mampir ke beberapa tempat hingga waktu makin mepet. Situasi semakin tegang ketika tiket Ayah tertinggal dan Adit harus menyusul dengan bantuan Pak Haji agar tidak terlambat.
Akhirnya tiket berhasil diserahkan tepat waktu. Pak Haji mengingatkan bahwa menolong orang harus dengan ikhlas dan tidak setengah hati. Jarwo pun sadar bahwa membantu tidak boleh sambil mengeluh atau mencari keuntungan tambahan. Menolong dengan tulus dan tepat waktu adalah bentuk tanggung jawab yang membawa kebaikan bagi semua.

