Kali ini Adit, Denis, dan Ucup berkunjung ke rumah Bang Mamat untuk membuat mainan unik—mobil kayu! Awalnya Ucup sempat takut kejauhan, tapi rasa penasarannya kalah oleh semangat ingin mencoba. Saat tiba, mereka terkejut melihat hasil karya Bang Mamat yang keren: mobil kayu buatan tangan yang tampak seperti sungguhan.
Dengan bahan sederhana dan bantuan Bang Mamat, anak-anak mulai membuat mobil mereka masing-masing. Adit membuat truk kecil, Denis memilih mobil balap, sementara Ucup ingin membuat bemo seperti milik Bang Jarwo. Semua tertawa dan bekerja sama dengan gembira. Setelah mobil-mobil itu selesai dicat dan dijemur, mereka pun sepakat untuk mencoba balapan di taman.
Suasana menjadi heboh dan penuh tawa. Namun, keseruan berubah jadi tegang ketika “polisi” datang menegur mereka karena dianggap melanggar kecepatan. Anak-anak pun belajar bahwa bermain seru tetap harus hati-hati dan tahu batas. Pesan moralnya jelas: kebersamaan dan semangat kompetisi boleh saja, tapi keselamatan dan tanggung jawab harus selalu diutamakan.
Setelah itu, mereka bergegas salat berjamaah di musala sebelum melanjutkan permainan. Hari yang ceria pun berakhir dengan tawa dan pelajaran berharga bagi semuanya.

