Adit, Denis, dan Ucup sedang mencoba mobil-mobilan tenaga angin, tapi tidak ada satu pun yang mau bergerak. Karet sudah diputar, baling-baling sudah siap, tapi mobil tetap diam. Saat kebingungan, Bang Jarwo datang dan berjanji akan membantu setelah mengantar pesanan. Anak-anak pun menunggu di lapangan.
Tak lama, Bang Jarwo kembali dan langsung merapikan semua bagian mobil-mobilan mereka. Ia memanfaatkan botol bekas dan bahan sederhana, membuatnya jadi mainan yang lebih kencang. Namun seperti biasa, ia sempat ingin menjualnya pada anak-anak sampai Pak Haji menegur dan mengingatkan bahwa membantu tanpa pamrih itu lebih baik. Setelah itu barulah anak-anak boleh bermain bebas.
Saat balapan dimulai, semua mobil akhirnya melaju kencang dan anak-anak tertawa puas, menikmati permainan sederhana dari bahan bekas. Amanatnya: kreativitas bisa bermanfaat besar jika digunakan dengan niat yang baik, dan bermain bersama jadi lebih menyenangkan ketika dilakukan tanpa saling membebani.

